//
you're reading...
General

Bila Hidup itu Cermin….

Bila hidup itu cermin……
Maka isyarat apa yang mampu menyiratkan hidup bahwa kehidupan itu adalah sosok kita.
Atau…… sesosok kehidupan adalah penampakan dari wujud kita yang telah terpantulkan melalui lembar-lembar perjalanan.

Bila hidup itu cermin……
Seharusnya kita lebih mengerti dan memahami hidup,
apa dan bagaimana yang telah dan akan dilalui agar mampu menempatkan diri padanya

Bila hidup itu cermin……
Seharusnya kita dapat bersentuhan lebih dekat padanya,
agar kita mengetahui dengan jelas benar segala kekurangan yang terpantul dari cermin itu.

Namun, sayang………
Kita sering menganggap bahwa hidup itu cermin cembung,
yang selalu melebih-lebihkan kekurangan dan mengurang-ngurangkan segala kelebihan yang kita miliki,
atau….. kita sering menganggap bahwa hidup itu adalah cermin cekung,
yang selalu memberikan kekecewaan pada apa yang dipantulkannya,
dan menganggap cermin kehidupan adalah wujud yang lari dari kenyataan.

Padahal……
Kalau saja kita mampu merenungkan sejenak peristiwa yang telah dialami,
baik yang memalukan maupun yang menyenangkan adalah cerminan diri kita,
yang ta’ sempat kita cermati dan luput dari pandangan mata.

Cobalah mengerti……
Andai kita mampu melihat diri ini seperti cermin datar,
yang setiap hari kita berkaca padanya,
melihat noda hitam di wajah dengan jelas
dan pelan-pelan mulai menutupinya dengan polesan bedak atau sekedar lotion.
Bukankah itu lebih mudah ???????

Berapa kali kita bercermin untuk sekedar memperindah penampilan jasad ???????

Namun…..
Sudahkah kita bercermin dengan kehidupan ????
Menutupi kesalahan dengan amal sholeh yang kita perbuat,
dan menjadikan kelebihan sebagai jalan untuk dekat dengan-Nya seperti yang tiap hari kita lakukan.

Sudahkah ??????
Atau…. memang kita untuk melihat segala kekurangan kita,
melalui cermin kehidupan yang ada di depan mata ?????

[Tim ILNA Learning Center]

Note :

  • Untaian kata ini, saya kutip dari “Jadi Muslimah Kudu Sukses” by ILNA Learning Center;
  • Meskipun diambil dari sebuah buku bagi muslimah, namun torehan tinta ini bersifat universal sebagai bahan renungan, instropeksi dan evaluasi diri bagi setiap insan tak terbatas pada SARA tertentu, karena Islam is rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesta alam dan Allah telah menciptakan kita berbangsa-bangsa, bersuku-suku, laki-laki dan perempuan;
  • Yach…., renungan setidaknya bagi diri sendiri untuk lebih mengenal diri ini, menggali potensi diri, bercermin pada kekurangan dan kelebihan masing-masing, agar lebih bermanfaat dan lebih dekat dengan-Nya;
  • bila hidup itu cermin….., kita dapat merefleksikan diri kita dan semua tipe cermin dapat digunakan sesuai kebutuhan.
  • Cermin cembung kita pakai agar bayangan kedukaan menjadi kecil dan tidak mudah berputus asa.
  • Cermin cekung kita pakai melihat anugerah yang diberikan-Nya supaya kelihatan besar dan kita penuh kesyukuran.
  • Cermin datar kita pakai untuk feedback pekerjaan-pekerjaan yang sedang kita lakukan supaya hasilnya lebih baik dan bermakna
  • Jujur…. sampai sekarang saya pun belum bisa sepenuhnya bercermin pada kehidupan & masih dalam proses ikhtiar menuju ke sana …….

About shanti dwi kartika

* Just ordinary people and organized person who have some character and always try to do and give something useful for everybody around me and my environment (Just like a bee....) * learning, struggling, praying, and doing research * Law researcher at General Secretary of Indonesia Republic Parliament

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

November 2011
S S R K J S M
« Jul   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

%d blogger menyukai ini: