//
you're reading...
General

Ulang Tahun Perjumpaan

Nyatanya ta’ seperti yang diiklankan.
Sebuah cincin berlian, sebuah mobil idaman, atau rumah bagus.
Bunga-bunga yang mekar sudah layu sebelum aku berkata padamu, tentang hati yang mengigil karena pintu, jendela dan segala hal yang beterbangan di dalam kepalaku.
Sampai habis setiap sudut beranda itu, kita selalu merasa saling mengejar dan dikejar, bukan untuk berjabat atau berpelukan.

Nyatanya memang tidak seperti film pop itu.
Sebuah wajah yang dibedaki, sebuah perilaku yang dibikin semesra mungkin.
Namun hatimu juga berkata-kata, bersama dengan segala yang berhamburan,
langit pun terasa menjempit.
Untuk apa harus menangis, jika air mata menjadi semakin mahal.
Jadi kita tertawai saja yang terlanjur porak poranda, dan memungutnya kembali,
Bergegas menyusunnya dengan benak yang penuh sesak, tentang hidup yang jungkir balik, tentang kalimat yang kabur, dan bahasa orang yang kian sulit ’tuk dimengerti artinya.

Nyatanya tak semudah sandiwara.
Sebuah adegan, kemudian ciuman semewah apakah yang kita impikan,
sebagus apakah yang kita bayangkan.
Cuma dinding punya cerita yang jujur, cuma kamar yang menyimpan api,
atau hujan bertahun lamanya.
Sekarang kita berjalan, saat selesai melemparkan isi dada sendiri.
Kemudian kembali mengulang, hari ke hari yang bercerita.

Nyatanya memang demikian seharusnya.
Berlusin piring, gelas, mangkuk dan seluruh benda yang pecah, digilas sampai habis.
Tapi…….. lagu itu tetap saja menggoda untuk tersenyum lagi,
Menyatakannya dengan tubuh yang gemetaran.
Di sini telah dibangun sebuah jembatan, ’tuk menyeberangkan anak-anak rembulan,
ke arah fajar yang perlahan tumbuh, dan rerumputan hijau yang terbentang di kedua mata.
Menuju cakrawala ataukah rimba ?????

Nyatanya kita bersama.
Menyala dan padam berulang.
Ta’ selesai hingga sekarang.
Ta’ pernah sekedar berangan-angan.
Kita selalu mencari jalan kembali ke sarang.

(by : Anonim)

Note :
* Bait demi bait puisi ini kutemukan dalam tumpukan file yang tlah lama tak tersentuh.

* Menggambarkan sebuah kenyataan yang tidak seperti harapan, karena ada rencana terbaik dari Allah bagi setiap hamba-Nya dan setiap cerita yg terukir dalam buku kehidupan mempunyai ruang tersendiri di hati.

* Dedicated to My Friend Indeed, thank for happy time we enjoy together and has become a temporary stops

About shanti dwi kartika

* Just ordinary people and organized person who have some character and always try to do and give something useful for everybody around me and my environment (Just like a bee....) * learning, struggling, praying, and doing research * Law researcher at General Secretary of Indonesia Republic Parliament

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Juni 2012
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kategori

%d blogger menyukai ini: